Burung Burungku tilang Panti Asuhan Desa Putera
Burung-burungku tilang dikhitan Panti Asuhan Desa Putera
Burung-burung kutilang Panti Asuhan Desa Putera kembali mengerang dihadang gunting, pisau, jarum dan benang. Hari ini 20 Desember 2011 Panti Asuhan Desa Putera kembali melaksanakan khitanan masal. Terselenggaranya kegiatan ini adalah atas prakarsa Alumnus Kanisius 87 sebagai kegiatan bakti sosial dalam rangka reuni akbar ke 25 Alumnus Kanisius 87. Sebanyak 26 anak mengikuti khitanan missal, 13 anak diantaranya adalah anak-anak Panti Asuhan Desa Putera. Sedangkan 13 anak yang lain adalah anak-anak warga sekitar Panti Asuhan.
Reuni ke- 25 Alumni kanisius’87
Awalnya Bapak Benny H. Armadi panitia reuni yang membidangi kagiatan khitanan massal datang ke Panti Asuhan Desa Putera bertemu dengan Br. Tarcisius Kasino, BM Pemimpin Panti Asuhan Desa Putera. Pak Benny menyampaikan keinginannya untuk ikut berbagi kasih dengan anak-anak Panti Asuhan Desa Putera dalam bentuk khitanan missal dalam rangka reuni ke 25 Alumni Kanisius’87. Dengan senang hati Br. Tarcisius menerima niat baik ini. Dalam sambutannya sebelum pelaksanaan khitanan di pendopo panti Asuhan Desa Putera, Pak Benny mengatakan: Khitanan massal ini adalah kegiatan pembuka dari rentetan kegiatan yang direncanakan panitia reuni Alumni Kanisisus’87 yang ke 25. Kegiatan lain yang akan dilaksanakan bulan Januari-Mei 2012 adalah; donor darah, bedah rumah, dan lain-lain. Setelah acara pembukaan dengan sambutan dari Alumni Kanisius’87 dan panti Asuhan Desa Putera, kemudian doa bersama yang dipimpin Br. Tarcisius memohon rahmat Tuhan agar pelaksanaan khitanan berjalan dengan baik dan lancer. Tepat jam 08.00 pelaksanaan khitanan dimulai. Satu persatu peserta sunatan dipanggil untuk masuk ruang yang telah disediakan. Tim medis Balkesmas Budi Mulia Desa Putera yang dipimpin dr. Rifda telah siap melaksanakan tugasnya. Dalam waktu tiga setengah jam, dari jam 08.00-11.30 tim dokter menyelesaikan tugasnya.
Hadiah Natal 2011
Khitanan kali sebagai hadiah natal 2011 dari Alumni kanisius’87 untuk panti Asuhan Desa Putera kata Br. Tarcis dalam sambutannya saat penutupan acara. Untuk itu Br. Tarcis mengucapkan terimakasih kepada kepada panitia reuni alumni Kanisius’87. Selanjutnya Bapak Edward M. Sirait sebagai Ketua Reuni Alumni menyampaikan terimakasih atas kerja sama yang baik kepada semua pihak sehingga pelaksanaan khitanan massal berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan tahun yang akan datang dapat kita laksanakan lagi kegiatan serupa di tempat ini. Selama 25 tahun kami para alumni Kanisius’87 tetap kompak. Sejak di bangku sekolah kami sebagai siswa Kanisius yang laki-laki semua dapat kerja sama dengan baik. Saling mengejek adalah biasa menunjukkan kekompakan dalam berteman dan bersaudara. Untuk adik-adik yang tinggal di Panti Asuhan Desa Putera ini yang juga laki-laki semua, kami berharap kalian semua dapat kerja sama satu dengan yang lain kata Pak Sirait. Besok kalau sudah tua tetap kompak saling membantu, seperti kami sudah 25 tahun tetap berteman saling kerja sama cukup kompak kata Pak Sirait dalam nasehatnya kepada anak-anak Panti Asuhan Desa Putera. Akhirnya acara ditutup dengan berphoto bersama dan memberikan hadiah khususnya kepada anak-anak yang dikhitan berupa baju koko, sarung dan sejumlah uang.
Last Updated (Thursday, 22 December 2011 01:29)









SD Budi Mulia berada di dalam komplek Desa Putera dan berada dalam satu lokasi dengan SMP Budi Mulia. Sekolahan ini menampung anak-anak panti Asuhan Desa Putera yang bersekolah di tingkat SD. Selain itu, sekolah SD Budi Mulia juga menerima dan mendidik anak didik dari luar panti asuhan.
SMP Budi Mulia berada di dalam komplek Desa Putera. Sekolahan SMP berada pada sisi selatan dengan suasana yang sejuk dan nyaman untuk proses belajar mengajar.
Sebagai sarana penunjang pendidikan anak asuh, dibangunlah secara bertahap sarana pendidikan. Pada tahun 1947 didirikan Sekolah Rakjat Desa Poetra, tidak hanya sebagai tempat belajar anak-anak Panti Asuhan, namun juga masyarakat sekitar. Selanjutnya pada tahun 1950, didirikan Sekolah Guru Bawah (SGB) Desa Putra oleh Br. Juvenalis. Dengan 15 orang murid, awal dari sekolah lanjutan di Desa Putera. Karena adanya perubahan sistem persekolahan yang di terapkan pemerintah, maka SGB terpaksa harus ditutup pada tahun 1960. sebagai gantinya adalah didirikan SMP Desa Putera tanpa kehilangan subsidi dari pemerintah.
Pada mulanya SMKG Desa Putera hanya digunakan untuk pelatihan siswa tapi pada perkembangan selanjutnya SMKG Desa Putera memberanikan menerima order cetakan. Keuntungan yang diterima di subsidi silang untuk menekan biaya praktikum siswa, perawatan mesin, kesejahteraan guru/instruktur dan karyawan unit percetakan serta sebagian disimpan untuk membeli mesin-mesin baru.
Karya kesehatan di Desa Putera dimulai oleh Br. Hypolitus, BM yang suka menolong orang-orang kampung melalui pengobatan penyakit ringan. Pada tahun 1960 pemerintah memberikan ijin secara resmi untuk membuka poliklinik. Seiring dengan perjalanan waktu, jumlah pasien yang datang ke poliklinik semakin banyak, maka poliklinik Desa Putera diperluas lagi dan pada tahun 1973 statusnya berubah menjadi Puskesmas (Health Centre). Waktu berjalan terus hingga saat ini pelayanan kesehatan tersebut semakin dilengkapi dengan peralatan yang memadai seperti peralatan rontgen dan kamar-kamar pasien yang memadai. Untuk itu statusnya bukan lagi puskesmas tetapi telah berubah menjadi Balkesmas.Kehadiran Balkesmas di Desa Putera dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada anak-anak panti asuhan dan masyarakat sekitar, bahkan datang juga pasien dari tempat-tempat jauh khususnya pasien penderita TBC. Kini Balkesmas Desa Putera buka 24 jam


