Anak Panti Asuhan Desa Putera Menyambut Tahun Baru 2012
Setiap liburan tiba, ada yang merasa senang, tetapi ada juga yang kurang senang begitulah anak-anak Panti Asuhan Desa Putera. Sebagian besar anak-anak merasa senang saat liburan sekolah karena kesempatan untuk berkunjung ke rumah saudara atau berkumpul dengan orang tua yang masih punya orang tua. Sekitar 15 anak masih tetap tinggal di Panti Asuhan dan menikmati saja karena
situasi dan tidak ada kemungkinan lain untuk pergi berlibur. Ada juga Donatur kadang-kadang mengajak 2 atau 3 anak berlibur dirumahnya. Namun ada juga beberapa anak yang dijemput ibunya tidak mau sampai dibujuk-bujuk oleh pengasuhnya. Masalahnya adalah sejak lahir sudah tinggal di Panti Asuhan dan kurang dekat dengan ibunya. Demikian juga musim liburan kali ini masih ada sekitar 15 anak tetap tinggal di Panti Asuhan. Mau kemana? Ya disinilah tempat tinggalnya. Panti Asuhan adalah rumahnya. Para Bruder mengasuhnya karena para pengasuh juga libur Natal dan Tahun Baru.
Menyambut Tahun Baru 2012
Tidak ada acara yang istimewa untuk mereka yang masih tinggal di Panti Asuhan. Sabtu 31 Desember jam 22.00 mengikuti misa tutup tahun di gereja. Setelah misa, anak-anak mempersiapkan perlengkapan untuk membakar ayam dan jagung. Siang hari sebelumnya Br. Marcell, BM telah membeli 6 ekor ayam sekaligus dengan bumbunya dan jagung manis. Dengan suasana kesederhanaan, anak-anak tetap merasa gembira menyambut tahun baru 2012. Tepat jam 00.00 semua anak meniup terompet yang telah dibelinya. Teeeeetttttt…. Toooooottttt…..tuuuuuutttttttt. tuliiiiiiiitttttuliiiiit bisingnya suara terompet menyemarakkan kegembiraan anak-anak panti asuhan. Bersama Br. Tarcisius, BM dan Br. Marcell, BM anak-anak mengerumuni tempat pembakaran daging ayam dan jagung. Nyammmm….. nyammm…nyammmm tidak terasa waktu menunjukkan jam 03.00. Mulailah perlengkapan dikemasi dan bersih-bersih lalu istirahat.
Sungguh… sukacita dan kegembiraan tidak dapat diukur dengan kekayaan harta benda. Dalam suasana sederhana dan serba terbatas anak-anak Panti Asuhan Desa Putera tetap bersukacita dan bergembira. Rasa persaudaraan dalam keluarga Panti Asuhan inilah kekayaan mereka. Saling berbagi, saling memiliki, saling menghargai, dan hidup dalam kesalingan itulah sumber sukacita.
Ku-memuji, ku-bersyukur atas kasih persaudaraan yang Kautanamkan dalam hati kami. Kami bersyukur kepadaMu ya Tuhan atas Berkat dan RamatMu yang telah kami terima sepanjang tahun 2011. Kami mohon berkatMu untuk Para Donatur yang telah Engkau pilih sebagai kepanjangan Tangan KasihMu. Kami mohon limpahkanlah berkat kesehatan dan kesejahteraan kepada Para Donatur beserta seluruh anggota keluarganya. Jauhkanlah mereka dari marabahaya. Jauhkanlah mereka dari rasa sakit dan penyakit. Jauhkanlah mereka dari hal-hal yang mengganggu kedamaian dan kebahagiaan rumahtangganya. Berkatilah pula orang-orang yang telah berbagi dengan Panti Asuhan Desa Putera sepanjang tahun 2011. Semoga tahun 2012 kami semakin mampu membangun kasih persaudaraan sejati. Kami semakin mampu berbagi kasih satu sama lain. Kami semakin mampu memuji dan meluhurkan NamaMu sekarang dan selama-lamanya. Amin.
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Last Updated (Sunday, 01 January 2012 07:42)









SD Budi Mulia berada di dalam komplek Desa Putera dan berada dalam satu lokasi dengan SMP Budi Mulia. Sekolahan ini menampung anak-anak panti Asuhan Desa Putera yang bersekolah di tingkat SD. Selain itu, sekolah SD Budi Mulia juga menerima dan mendidik anak didik dari luar panti asuhan.
SMP Budi Mulia berada di dalam komplek Desa Putera. Sekolahan SMP berada pada sisi selatan dengan suasana yang sejuk dan nyaman untuk proses belajar mengajar.
Sebagai sarana penunjang pendidikan anak asuh, dibangunlah secara bertahap sarana pendidikan. Pada tahun 1947 didirikan Sekolah Rakjat Desa Poetra, tidak hanya sebagai tempat belajar anak-anak Panti Asuhan, namun juga masyarakat sekitar. Selanjutnya pada tahun 1950, didirikan Sekolah Guru Bawah (SGB) Desa Putra oleh Br. Juvenalis. Dengan 15 orang murid, awal dari sekolah lanjutan di Desa Putera. Karena adanya perubahan sistem persekolahan yang di terapkan pemerintah, maka SGB terpaksa harus ditutup pada tahun 1960. sebagai gantinya adalah didirikan SMP Desa Putera tanpa kehilangan subsidi dari pemerintah.
Pada mulanya SMKG Desa Putera hanya digunakan untuk pelatihan siswa tapi pada perkembangan selanjutnya SMKG Desa Putera memberanikan menerima order cetakan. Keuntungan yang diterima di subsidi silang untuk menekan biaya praktikum siswa, perawatan mesin, kesejahteraan guru/instruktur dan karyawan unit percetakan serta sebagian disimpan untuk membeli mesin-mesin baru.
Karya kesehatan di Desa Putera dimulai oleh Br. Hypolitus, BM yang suka menolong orang-orang kampung melalui pengobatan penyakit ringan. Pada tahun 1960 pemerintah memberikan ijin secara resmi untuk membuka poliklinik. Seiring dengan perjalanan waktu, jumlah pasien yang datang ke poliklinik semakin banyak, maka poliklinik Desa Putera diperluas lagi dan pada tahun 1973 statusnya berubah menjadi Puskesmas (Health Centre). Waktu berjalan terus hingga saat ini pelayanan kesehatan tersebut semakin dilengkapi dengan peralatan yang memadai seperti peralatan rontgen dan kamar-kamar pasien yang memadai. Untuk itu statusnya bukan lagi puskesmas tetapi telah berubah menjadi Balkesmas.Kehadiran Balkesmas di Desa Putera dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada anak-anak panti asuhan dan masyarakat sekitar, bahkan datang juga pasien dari tempat-tempat jauh khususnya pasien penderita TBC. Kini Balkesmas Desa Putera buka 24 jam


