WORKSHOP

MEMBANGUN BUDAYA NILAI

DENGAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

Selama tiga hari, Senin-Rabu tanggal 8-10 Juli 2013 Para Pengasuh Panti Asuhan Desa Putera dan Para Guru SD, SMP, SMK Grafika Desa Putera mengikuti workshop di Cisarua Bogor. Panti Asuhan Desa Putera menyelenggarakan workshop pada musim libur akhir tahun ajaran baru kali ini untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan Para Pengasuh dalam mendampingi, mendidik dan mengasuh anak-anak Panti Asuhan Desa Putera. Narasuber tunggal dalam workshop ini adalah Bapak Fidelis Waruwu, M.Sc.Ed. Untuk yang pertama kali Para Pengasuh Panti Asuhan Desa Putera duduk bersama dengan Para Guru SD, SMP dan SMK Grafika Desa Putera belajar bersama, diskusi dan shering pengalaman dalam mendidik anak-anak panti asuhan. Br. Tarcisius Kasino, BM selaku Pemimpin Panti Asuhan Desa Putera sekaligus sebagai Ketua Penyelenggara workshop mengatakan

bahwa dengan kegiatan ini, Para Pengasuh panti Asuhan Desa Putera dan Para Guru mempunyai pandangan yang sama, bahasa yang sama dalam memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap anak-anak panti asuhan. Anak-anak panti asuhan yang datang dari berbagai sudut kata Jakarta membawa permasalahannya masing-masing. Kalau tidak ada masalah, tentu saja anak-anak tersebut tidak masuk panti asuhan. Untuk itulah para pengasuh dituntut memahami permasalahan anak dan membantu menumbuhkan bibit potensi positip dalam diri anak demi masa depan mereka. Ketika tinggal di panti asuhan, para pengasuh memberikan pendampingan. sedangkan di sekolah baik di SD, SMP maupun di SMK Grafika, Para Guru mendidik mereka. Dengan pemahaman yang sama terhadap permasalahan anak panti asuhan, maka para pengasuh dan guru di sekolah bisa memberikan bimbingan yang searah sesuai dengan paradikma yang sama pula.

Sejumlah 49 peserta workshop nampak antusias dan serius memperhatikan penjelasan dari narasumber. Br. Januarius, BM selaku pengurus Yayasan Budi Mulia Lourdes ikut juga dalam workshop ini. Para peserta cukup akrab satu dengan yang lain tanpa ada perbedaan status sebagai guru SD, SMP, SMK maupun pengasuh panti asuhan. Keakraban tersebut namapak dalam diskusi kelompok yang membaur atara para guru dan pengasuh. Dari pengalaman sehari-hari dalam menghadapi permasalahan anak diketemukan dengan materi membangun budaya nilai, diskusi kelompok menjadi hangat. Dengan pendekatan psikologi, Pak Fidelis Waruwu memberikan materi tersebut sangat menarik. Para pengasuh panti asuhan dan Para Guru merasakan materi yang diterima tersebut menjadi baha evaluasi dalam mendidik, membina anak-anak di sekolah maupun di panti asuhan.

Antusias peserta nampak juga dalam berbagai pertanyaan yang disampaikan kepada Narasumber. Terlebih Guru BP (Bimbingan Konseling) yang selama ini menangani permasalahan anak di sekolah. Semua permasalahan anak yang pernah dihadapi disampaikan dan Narasumber memberikan solusi bagaimana membimbing, mengarahkan anak bermasalah. Bapak Fidelis Waruwu mengatakan bahwa kepribadian anak tergantung benih-benih yang ditanamakan pada usia 1-11 tahun. Kalau selama jenjang usia tersebut anak menerima benih-benih positip terekam dalam pangkal otak, maka pertumbuhan anak menjadi baik. Sebaliknya, kalau selama jenjang usia tersebut anak menerima perlakuan negatip baik berupa kata-kata maupun tindakan maka akan mempengaruhi kepribadian anak menjadi kurang baik juga. Untuk itu sangatlah penting bagi anak-anak usia sekolah dasar perlu ditanamkan kata-kata dan tindakan yang positip. Bagi anak-anak panti asuhan yang terlanjur membawa permasalahan, memerlukan waktu lebih lama dalam pendampingan dan pembinaan. Perlakuan negatip yang sempat terekan dalam pribadi anak tidak akan bisa hilang, namun dengan perlakuan positip yang terus menerus diberikan baik di panti asuhan maupun di sekolah, maka perlakuan negatip tersebut akan tertimpa dan mandek. Selanjutnya perlakuan positip yang terus menerus ditanamkan akan mengubah pribadi anak menjadi lebih baik.

Selama tiga hari penuh workshop berlangsung semangat peserta tidak kendor sedikitpun. Acara workshop dimulai dari jam 08.00 sampai dengan jam 21.00. Diselingi dengan diskusi dan prsentasi, pembahasan materi sangat menarik. Berangkat dari pengalaman sehari-hari dalam menghadapi permasalah anak menuju pada pengetahuan psikologi rasanya tidak akan bosan dan tetap semangat selama workshop berlangsung. Di sela-sela istirahat, baik istirahat makan atau istirahat minum ada saja ibu-ibu mengambil waktu untuk konsultasi dengan Pak Fidelis. Tentu saja konsultasi tentang bagaimana menghadapi anaknya sendiri di rumah. Lumayan menyelam sambil menum air. TK.

 

 

 

 

Last Updated (Saturday, 13 July 2013 16:24)