Terang Kehidupan di PA Desa Putera
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya yang diwakili oleh Bapak AKBP Gembong Yuda, SH berkunjung ke Panti Asuhan Desa Putera hari Kamis 6 januari 2011. Kunjungannya ke Panti Asuhan Desa Putera bersama Persekutuan Warga Kristiani Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dalam rangka berbagi kasih menyambut Natal dan Tahun Baru. Dalam sambutannya, Bapak AKBP Gembong Yuda, SH
mengatakan bahwa apa yang disumbangkan dapat membantu dan berguna bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera. Ini semua berkat sedikit rejeki yang dikumpulkan dari keluarga Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Setelah menyampaikan sambutan, Bapak AKBP Gembong Yuda menyerahkan secara simbolis bantuan berupa beras, mie instan dan sejumlah dana yang diterima oleh Br. Tarcisius Kasino, BM selaku Pemimpin Panti Asuhan Desa Putera. Br. Tarcisius mengucapkan banyak terimakasih atas bantuannya kepada keluarga besar Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Sungguh merupakan kebahagiaan bagi Panti Asuhan Desa Putera Bapak /Ibu berkenan mengunjungi kami kata Br. Tarcisius. Terang Kristus yang sesungguhnya telah datang di Panti Asuhan Desa Putera. Melalui kehadiran Bapak/Ibu, Tuhan telah memberikan terang kehidupan untuk masa depan anak-anak Panti Asuhan. Sebagai ucapan terimakasih dan syukur atas semuanya itu, Br. Tarcisius mengajak hadirin untuk berdoa bersama. Dalam doanya, Br. Tarcisius memohon berkat Tuhan bagi para Donatur khususnya Keluarga Besar Direktorat Narkoba Polada Metro Jaya yang mengunjungi Panti Asuhan Desa Putera hari ini. Semoga Tuhan melimpahkan berkat kesehatan dan kesejahteraan kepada jajaran Direktorat Narkoba polda Metro Jaya sehingga mampu mengemban tugas tanggungjawabnya sebagai pengayom masyarakat.
Kamis 6 Januari 2011 jam 16.00 anak-anak Panti Asuhan Desa Putera berpakaian rapi dengan wajah ceria didampingi pengasuhnya merayakan natal bersama keluarga besar Panti Asuhan. Misa Kudus sebagai puncak rasa syukur atas Rahmat yang telah diterima sepanjang tahun 2010 dipersembahkan oleh Romo Agus Riyanto MSF. Dalam kotbahnya, Romo Agus mengajak anak-anak untuk mensyukuri atas segala anugerah Tuhan. Anugerah Tuhan yang dikirimkan ke Panti Asuhan melalui para donatur digunakan sebaik mungkin untuk menunjang pendidikan demi masa depan. Romo Agus juga mengajak para donatur untuk berbagi, tidak cukup hanya mengumpulkan harta yang tidak akan pernah memberikan kepuasan. Kepuasan dunia akan sempurna apabila harta yang diperoleh dipergunakan untuk keluarga dan berbagi kepada sesama. Berbagi kepada sesama lebih-lebih berbagi dengan anak-anak panti asuhan merupakan salah satu jalan untuk memperoleh kepuasan, kebahagiaan dan kesejahteraan sejati di sorga.
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Setelah perayaan Misa Kudus, acara dilanjutkan dengan makan bersama. Hadir dalam acara ini para Bruder BM komunitas Desa Putera, Semua karyawan dan keluarga, beberapa donatur yang mendukung acara ini. Diundang juga eks karyawan panti yang telah pensiun dan perwakilan unit karya di Desa Putera yaitu SD, SMP, STM, Percetakan, Balkesmas Desa Putera. Br. Tarcisius, BM sebagai pemimpin Panti Asuhan Desa Putera dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Para Donatur yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Ada donatur yang menyumbang konsumsi (katring), ada yang menyumbang snack, ada yang menyumbang bingkisan untuk anak-anak dan ada yang menyumbang bingkisan untuk undangan dan ada yang menyumbang tumpeng. Ucapan terimakasih juga kepada Para Pemimpin Unit Karya kompleks Desa Putera atas kerjasama yang baik sepanjang tahun 2010.
Lengkaplah sudah dalam kebersamaan keluarga besar Panti Asuhan Desa Putera saling bahu membahu demi terwujudnya Cinta Kasih persaudaraan. Terang sesungguhnya telah datang di Panti Asuhan Desa Putera. Melalui para donatur, Tuhan telah memberikan “Terang Kehidupan” untuk masa depan anak-anak panti asuhan. Semoga kita semua mampu memancarkan terang yang telah kita terima dari Tuhan kepada sesama kita yang masih dalam kegelapan, kata Br. Tarcisius, BM mengakiri sambutannya. Selamat Natal dan Tahun Baru.
Setelah ditutup dengan doa, Br. Tarcisius mengajak rombongan untuk berkeliling melihat kompleks Panti Asuhan Desa Putera. Rombongan juga sempat diajak meninjau ruang praktikum siswa STM Grafika Desa Putera. Acara terakhir adalah berphoto bersama anak-anak Panti Asuhan.
Last Updated (Tuesday, 13 December 2011 05:36)









SD Budi Mulia berada di dalam komplek Desa Putera dan berada dalam satu lokasi dengan SMP Budi Mulia. Sekolahan ini menampung anak-anak panti Asuhan Desa Putera yang bersekolah di tingkat SD. Selain itu, sekolah SD Budi Mulia juga menerima dan mendidik anak didik dari luar panti asuhan.
SMP Budi Mulia berada di dalam komplek Desa Putera. Sekolahan SMP berada pada sisi selatan dengan suasana yang sejuk dan nyaman untuk proses belajar mengajar.
Sebagai sarana penunjang pendidikan anak asuh, dibangunlah secara bertahap sarana pendidikan. Pada tahun 1947 didirikan Sekolah Rakjat Desa Poetra, tidak hanya sebagai tempat belajar anak-anak Panti Asuhan, namun juga masyarakat sekitar. Selanjutnya pada tahun 1950, didirikan Sekolah Guru Bawah (SGB) Desa Putra oleh Br. Juvenalis. Dengan 15 orang murid, awal dari sekolah lanjutan di Desa Putera. Karena adanya perubahan sistem persekolahan yang di terapkan pemerintah, maka SGB terpaksa harus ditutup pada tahun 1960. sebagai gantinya adalah didirikan SMP Desa Putera tanpa kehilangan subsidi dari pemerintah.
Pada mulanya SMKG Desa Putera hanya digunakan untuk pelatihan siswa tapi pada perkembangan selanjutnya SMKG Desa Putera memberanikan menerima order cetakan. Keuntungan yang diterima di subsidi silang untuk menekan biaya praktikum siswa, perawatan mesin, kesejahteraan guru/instruktur dan karyawan unit percetakan serta sebagian disimpan untuk membeli mesin-mesin baru.
Karya kesehatan di Desa Putera dimulai oleh Br. Hypolitus, BM yang suka menolong orang-orang kampung melalui pengobatan penyakit ringan. Pada tahun 1960 pemerintah memberikan ijin secara resmi untuk membuka poliklinik. Seiring dengan perjalanan waktu, jumlah pasien yang datang ke poliklinik semakin banyak, maka poliklinik Desa Putera diperluas lagi dan pada tahun 1973 statusnya berubah menjadi Puskesmas (Health Centre). Waktu berjalan terus hingga saat ini pelayanan kesehatan tersebut semakin dilengkapi dengan peralatan yang memadai seperti peralatan rontgen dan kamar-kamar pasien yang memadai. Untuk itu statusnya bukan lagi puskesmas tetapi telah berubah menjadi Balkesmas.Kehadiran Balkesmas di Desa Putera dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada anak-anak panti asuhan dan masyarakat sekitar, bahkan datang juga pasien dari tempat-tempat jauh khususnya pasien penderita TBC. Kini Balkesmas Desa Putera buka 24 jam


