Liburan Gaya Anak Panti Desa Putera
Rekreasi pada saat liburan anak-anak sekolah adalah waktu yang tepat bagi keluarga. Rekreasi keluarga adalah salah satu kebutuhan yang tak dapat diabaikan dalam membangun keluarga yang harmonis. Demikian juga keluarga Panti Asuhan Desa Putera, anak-anak dan karyawan refreshing dua hari Kamis-Jumat 16-17 Juni 2011di pantai Karangbolong. Kamis pagi berangkat dari rumah menginap di Wisma Kompas Gramedia
dan Jumat sore pulang. Setahun sekali keluarga besar Panti Asuhan Desa Putera rekreasi bersama. Anak-anak senangnya rekreasi ke pantai, selain renang dan menyelam didalam air asin, juga bisa bermain di pantai.Mandi air Asin: Namanya renang di laut ya mandi air asin. Bukan sekedar mandi tetapi ada tujuan lain yaitu sebagai pengobatan dan penyembuhan. Berangkat dari pengalaman, setiap kali habis sunat, anak-anak diajak mandi air asin di laut. Hasilnya, bekas luka sunat langsung bersih dan cepat kering. Kali ini sebanyak 17 anak yang disunat, pulang dari pantai langsung sembuh. Program sunatan di Panti Asuhan Desa Putera dilaksanakan setiap tahun menjelang libur kenaikan kelas. Seminggu setelah sunat langsung diajak nyebur ke laut. Itulah acara pertama setelah kami sampai di Wisma Kompas Gramedia Karangbolong makan siang bersama dan renang sampai sore.
Ulang Tahun: Tanggal 16 Juni adalah hari ulang tahun Panti Asuhan Desa Putera. Tepatlah kesempatan ini dijadikan alasan untuk bersyukur bersama, bergembira bersama yang dikemas dalam refreshing keluarga. Sesudah makan malam acara kami lanjutkan dengan berbagai permainan perlombaan untuk anak-anak. Permainan tersebut antara lain: memasukkan paku ke dalam botol, membawa kelereng (gundu) dengan sendok makan, menggiring balon dengan sedotan dan memindahkan kelereng (gundu) menggunakan sumpit. Tepat jam 22.00 acara permainan dihentikan dan akan dilanjutkan besok pagi. Puncak acara malam ini adalah berdoa bersama dan memotong kue ulang tahun. Sebelum doa bersama, Br. Tarcisius Kasino, BM menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya Br. Tarcisius menyampaikan ucapak terimakasih kepada panitia yang telah menyiapkan acara ini. Br. Tarcisius juga mengatakan: Banyak alasan mengapa kita berada di tempat ini namun satu kata kunci adalah bersyukur. Pertama bersyukur atas Rahmat Tuhan yang telah berkarya selama 64 tahun itulah usia Panti Asuhan Desa Putera per 16 Juni 2011. Kedua, bersyukur karena Rahmat Tuhan memebrikan kesehatan dan kelancaran dalam pelaksanaan sunatan bagi 17 anak Panti Asuhan Desa Putera. Ketiga, bersyukur atas keberhasilan anak-anak yang telah menyelesaikan studinya di SMK Grafika dan SMP Budi Mulia Desa Putera. Keempat, bersyukur bahwa kita masih bisa bersyukur. Dibalik ungkapan bersyukur terdapat kata terimakasih. Berteimakasih kepada Tuhan yang setia mengasihi, mencintai anak-anak panti asuhan. Berterimakasih kepada Para Donatur yang tidak dapat disebutkan namanya satu per satu. Berterimakasih kepada Bapak-Ibu Guru. Berterimakasih kepada Bapak-Ibu karyawan. Berterimakasih kepada sesame saudara penghuni panti asuhan. Dalam acara berdoa bersama yang dipimpin oleh Br. Tarcisius Kasino, BM. ucapan syukur dan terimakasih kepada Tuhan adalah kata kunci yang diucapkan berulang-ulang. Selain itu kami juga mendoakan para donatur yang setia membantu anak-anak Panti Asuhan Desa Putera.Setelah berdoa bersama, berkumandanglah lagu Happy Birthday diiringi dengan tepuk tangan. Lilin yang menyala berbentuk anka 64 pun ditiup oleh Br. Tarcisius Kasino. BM sebagai pemimpin Panti Asuhan, Fransiskus Rio sebagai anak termuda dan Bp. Alex Malur sebagai karyawan tertua. Akhirnya kue dipotong-potong dan dibagikan.
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
-
Klik/perbesar
Klik/perbesar
Hari kedua: Pagi-pagi anak-anak cepat bangun. Anak-anak yang besar pada renang, yang kecil pada mencari kerang dan binatang laut lainnya. Jam 06.30 semua berkumpul untuk doa pagi dilanjutkan dengan sarapan. Sesudah sarapan permainan perlombaan dilanjutkan lagi. Joget balon berdua-dua, lamba bakiak dan tarik tambang. Kali ini semua karyawan terlibat dalam permainan. Permainan terakhir, pengasuh tanding bola volley dengan anak-anak yang besar. Semua permainan perlombaan dilakukan dengan penuh kegembiraan, keakraban. Wisma Kompas Gramedia merupakan tempat yang cocok untuk kegiatan kelompok besar seperti anak-anak panti asuhan. Kali ini adalah yang ketiga kalinya anak-anak Panti Asuhan Desa Putera menginap di Wisma Kompas Gramedia Karangbolong. Wismanya berbaris dekat pantai dan di tengah-tengahnya ada lapangan bermain. Terimakasih kami ucapkan kepada Bapak Priyo Utomo Pemimpin Group Of Book Publishers Kompas Gramedia dan Bapak St. Murbowo Pemimpin Wisma Kompas Gramedia Karang Bolong yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini. Terimakasih juga kami ucapkan kepada Bapak. Alex M Wibowo dan Ibu Liliyan yang mendukung dana kegiatan ini. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkat kesehatan dan kesejahteraan kepada Bapak/Ibu beserta seluruh anggota keluarga. Salm dan doa kami, anak-anak Panti Asuhan Desa Putera.
Last Updated (Tuesday, 13 December 2011 04:54)









SD Budi Mulia berada di dalam komplek Desa Putera dan berada dalam satu lokasi dengan SMP Budi Mulia. Sekolahan ini menampung anak-anak panti Asuhan Desa Putera yang bersekolah di tingkat SD. Selain itu, sekolah SD Budi Mulia juga menerima dan mendidik anak didik dari luar panti asuhan.
SMP Budi Mulia berada di dalam komplek Desa Putera. Sekolahan SMP berada pada sisi selatan dengan suasana yang sejuk dan nyaman untuk proses belajar mengajar.
Sebagai sarana penunjang pendidikan anak asuh, dibangunlah secara bertahap sarana pendidikan. Pada tahun 1947 didirikan Sekolah Rakjat Desa Poetra, tidak hanya sebagai tempat belajar anak-anak Panti Asuhan, namun juga masyarakat sekitar. Selanjutnya pada tahun 1950, didirikan Sekolah Guru Bawah (SGB) Desa Putra oleh Br. Juvenalis. Dengan 15 orang murid, awal dari sekolah lanjutan di Desa Putera. Karena adanya perubahan sistem persekolahan yang di terapkan pemerintah, maka SGB terpaksa harus ditutup pada tahun 1960. sebagai gantinya adalah didirikan SMP Desa Putera tanpa kehilangan subsidi dari pemerintah.
Pada mulanya SMKG Desa Putera hanya digunakan untuk pelatihan siswa tapi pada perkembangan selanjutnya SMKG Desa Putera memberanikan menerima order cetakan. Keuntungan yang diterima di subsidi silang untuk menekan biaya praktikum siswa, perawatan mesin, kesejahteraan guru/instruktur dan karyawan unit percetakan serta sebagian disimpan untuk membeli mesin-mesin baru.
Karya kesehatan di Desa Putera dimulai oleh Br. Hypolitus, BM yang suka menolong orang-orang kampung melalui pengobatan penyakit ringan. Pada tahun 1960 pemerintah memberikan ijin secara resmi untuk membuka poliklinik. Seiring dengan perjalanan waktu, jumlah pasien yang datang ke poliklinik semakin banyak, maka poliklinik Desa Putera diperluas lagi dan pada tahun 1973 statusnya berubah menjadi Puskesmas (Health Centre). Waktu berjalan terus hingga saat ini pelayanan kesehatan tersebut semakin dilengkapi dengan peralatan yang memadai seperti peralatan rontgen dan kamar-kamar pasien yang memadai. Untuk itu statusnya bukan lagi puskesmas tetapi telah berubah menjadi Balkesmas.Kehadiran Balkesmas di Desa Putera dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada anak-anak panti asuhan dan masyarakat sekitar, bahkan datang juga pasien dari tempat-tempat jauh khususnya pasien penderita TBC. Kini Balkesmas Desa Putera buka 24 jam


