Membangun Pondasi Kehidupan Dalam Liburan

Kegiatan rutin dua tahun sekali Karyawan Panti Asuhan Desa Putera jalan-jalan. Kali ini agak istimewa karena Br. Tarcisius Kasino, BM Pemimpin Panti Asuhan Desa Putera mengajak anak asuhnya yang tidak ada keluarganya ikut berlibur selama 4 hari tanggal 2-5 Juli 2018 di Manado. Ada seseorang yang membantu selama di Menado. Seseorang yang tidak mau disebut namanya tersebut mengatakan bahwa dulu sekitar tahun limapuluhan bapaknya adalah anak panti asuhan Desa Putera yang diasuh oleh Br. Korsini pendiri panti asuhan tersebut. Disamping itu ada alumni yang tinggal di Menado sempat mengundang makan malam. Suasana haru dan senang mewarnai pertemuan karyawan dan seorang alumni ditambah lagi anaknya alumni yang membantu kelancaran perjalanan selama 4 hari di Menado.

Kebersamaan dalam satu keluarga Panti Asuhan Desa Putera adalah bagian dari upaya membangun pondasi kehidupan. Dasar pembangunan pribadi seorang anak diawali dari keluarga. Bagaimana dengan anak-anak yang tidak mempunyai keluarga seperti di panti asuhan. Untuk itulah Br. Tarcisius, BM mengajak anak-anak dan karyawan bersama-sama sejenak menikmati liburannya selama 4 hari. Biasanya setelah liburan panjang dan anak-anak kembali sekolah, mereka akan cerita pengalaman selama liburan. Sementara anak-anak panti asuhan cukup menjadi pendengar setia yang tidak mampu cerita. Kali ini Br. Tarcisius berharap anak-anak panti asuhan tidah hanya menjadi pendengar setia tetapi menjadi peran utama dalam cerita. Dampak psikologis membuat anak tidak minder, bahkan bangga sebagai anak panti asuhan yang bisa terbang tinggi dari Jakarta ke Manado.

Bagi karyawan merupakan penyegaran setelah bekerja tanpa mengenal libur mendampingi anak-anak panti asuhan. Mengasuh anak-anak panti asuhan yang tidak dikenal sebelumnya, tidak ada hubungan saudara, tidak ada hubungan darah, bahkan kadang seiman juga tidak, tetapi tetap setia mendampingi, mengasuh, mendidik, mengasihi, menyayangi, seperti seorang ibu mencintai anaknya sendiri. Dengan dasar iman dan cinta, karyawan melayani anak-anak panti asuhan adalah kata-kata penghiburan yang sungguh relegius. Sebagai manusia tidak cukup hanya dengan kata-kata penghiburan yang relegius, namun perlu tindakan nyata yang menyegarkan raga. Refreshing bersama adalah salah satu cara membangun semangat dalam melayani sesama termasuk melayani anak-anak panti asuhan.

Kebanggaan sangat terasa saat perjalanan di Menado. Pertama saat diundang makan malam oleh seorang alumni anak panti asuhan Desa Putera yang bekerja di Menado. Undangan lewat Whatsapp yang mengharukan mengatakan: "Bruder, Saya senang apabila Bruder dan karyawan berkenan mampir dan makan bersama di tempat saya". Akhirnya kami pun merubah agenda perjalanan agar bisa memenuhi undangan untuk makan bersama seorang alumni yang tidak mau disebutkan namanya. Pertemuan yang mengharukan, memutar kembali memory seorang alumni yang pernah tinggal di panti asuhan Desa Putera. Rasa haru yang kedua adalah: Selama di Menado dibantu oleh seorang bukan alumni tetapi bapaknya adalah alumni panti asuhan Desa Putera. Orang tuanya sudah meninggal semua tetapi dia mengatakan bahwa bapaknya adalah alumni panti asuhan Desa Putera. Pada waktu bapaknya masih hidup pernah cerita bahwa semasa kecil diasuh di panti asuhan Desa Putera. Kini anaknya yang ingat akan jasa panti asuhan. Luar biasa Karya Agung Tuhan menggerakkan darah daging manusia dan keturunannya ingat akan cintakasih yang ditanamkan dalam dirinya.

Perjalanan penuh makna selama 4 hari liburan adalah bagian dari usaha membangun pondasi kehidupan. Campur tangan Tuhan nyata terasa dalam jiwa raga. Terimakasih Tuhan atas kesempatan dan pengalaman indah dalam Karya AgungMu di Panti Asuhan Desa Putera. (TK).