Partner Desa Putera
Pondok Si Boncel
Vincentius Putra
Vincentius Putri
Perhimpunan Vincentius Jakarta
Kongregasi Budi Mulia
Yayasan Budi Mulia
History Artikel
Powered by mod LCA
Home Pustaka Perkembangan psikologi anak dalam kehidupan sosial

Perbedaan fase perkembangan status sosial di dunia anak-anak dalam persahabatan dan mendapatkan kawan bermain di lingkungan sekolah dan di luar lingkungan sekolah, berbeda dengan pengertian persahabatan yang terjadi pada orang dewasa, untuk orang dewasa persahabatan adalah suatu ikatan relasi dengan orang lain,

di mana kepercayaan, pengertian, pengorbanan dan saling membantu satu sama lainnya akan terjalin dalam periode yang lama, sedangkan di dunia anak-anak tidak seperti halnya yang terjadi pada orang dewasa, di dunia anak-anak persahabatan terjalin tidak untuk waktu yang lama, terkadang bila terjadi masalah yang kecil saja, jalinan persahabatan tersebut akan terputus.



Ada dua metode penelitian untuk mengetahui arti persahabatan dan kawan bermain di dalam dunia anak-anak :
1. Dengan cara kita mengajukan beberapa pertanyaan, seperti ;
Siapa teman dekatmu ? kenapa dia ? apa yang kamu senangi dari dia ?
2. Dengan cara kita bercerita tentang persahabatan, kemudian kedua orang sahabat tersebut bertengkar karena mereka tidak dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik.

Dari kedua metode tersebut, metode yang nomor dua kita akan banyak mendapatkan informasi, kemudian kita ajukan pertanyaan kepada anak ; Harus bagaimanakah situasi itu diselesaikan ?

Dari banyak informasi yang diberikan anak tersebut, kita akan mendapatkan kesimpulan yang kita bagi dalam beberapa fase, seperti ;

Fase Pertama


Teman untuk bermain
Teman bermain untuk usia anak antara 5 sampai 7 tahun.
Bagi mereka, teman adalah seseorang yang mempunyai mainan yang menarik yang tempat tinggalnya dekat di sekitar mereka, dan mereka mempunyai ketertarikkan yang sama.
Kepribadian dari teman tersebut tidak menjadi masalah, yang terpenting bagi mereka adalah kegiatan dan mainan apa yang mereka miliki, persahabatan mereka akan terputus apabila salah seorang dari anak tersebut tidak mau bermain lagi dengan anak lainnya karena kejenuhan dan kebosanan, persahabatan mereka akan secepat mungkin terputus dan terbina kembali begitu saja.
Contoh percakapan yang sering kita temui pada anak-anak usia 5 sampai 7 tahun, antara lain mengenai berbagi makanan, misalnya ;
“Kalau kamu memberi saya coklat, kamu temanku lagi”
Dalam usia ini mereka dengan gampangnya mengatakan tentang berteman, biasanya percakapan mereka dimulai dengan perkataan “namamu siapa ? dan namaku......” dan mereka bisa begitu saja berteman setelah saling mengetahui nama masing-masing.



Fase Kedua

Teman untuk bersama
Teman bermain dan membangun kepercayaan, untuk usia anak antara 8 sampai 10 tahun.
Dalam usia mereka ini, pengertian teman sedikit lebih luas dari pada fase pertama, karena arti teman bagi mereka sudah melangkah ke perasaan saling percaya, saling membutuhkan dan saling mengunjungi.
Dalam fase ini seorang anak untuk mendapatkan teman tidak segampang anak pada fase pertama, karena mereka harus ada kemauan berteman dari kedua belah pihak.
Mereka tidak akan mau berteman lagi setelah di antara mereka timbul masalah, seperti ;
- Salah seorang di antara mereka ada yang melanggar janji ;
- Salah seorang di antara mereka ada yang terkena gosip ;
- Salah seorang di antara mereka tidak mau membantu, disaat temannya tersebut
membutuhkan pertolongan.


Percakapan yang sering kita temui pada fase kedua ini, misalnya ;
“Kenapa kamu pilih dia sebagai temanmu ?”
Dalam fase ini, seorang anak tidak mudah menjalin persahabatan, biasanya persahabatan tersebut terjadi setelah beberapa saat mereka saling mengenal baik baru mereka akan menjalinnya, kadang persahabatan mereka bisa sampai usia dewasa, kadang juga terputus tergantung factor apa yang terjadi selama persahabatan mereka.


Fase Ketiga

Persahabatan yang penuh dengan saling pengertian
Terjadi pada anak usia 11 sampai 15 tahun, bagi mereka arti teman tidak hanya sekedar untuk bermain saja, di sini seorang teman harus juga bisa berfungsi sebagai tempat berbagi pikiran, perasaan dan pengertian.
Pada fase ini persahabatan memasuki stadium yang sangat pribadi, karena pada umumnya mereka sedang mengalami masa puber dengan permasalahan psikologis seperti ; depresi, rasa takut, problem di rumah, atau problem keuangan yang terjadi pada mereka, biasanya mereka lebih tahu permasalahan psikologis tersebut dibandingkan dengan orang tua mereka sendiri.
Persahabatan pada fase ini bisa berubah seiring dengan berjalannya usia mereka, dari sekedar teman bermain, kemudian berkembang menjadi teman berbagi kepercayaan dan teman berbagi emosi.
Persahabatan tersebut biasanya terputus karena salah seorang dari mereka pindah rumah atau
melanjutkan sekolah di kota lain.

Percakapan di antara mereka yang sering kita dengar pada fase ini, misalnya ;
“Kita butuh teman yang baik, karena kita bisa berbagi ceritera di mana orang lain tidak perlu tahu, teman yang baik akan memberi nasihat atau jalan keluar yang terbaik”
Pentingnya Persahabatan Untuk Perkembangan Sosial Anak-Anak

Populer atau Tidak Populer dan Apa Akibatnya
Di dalam lingkungan sekolah dasar, biasanya ada anak yang populer dan tidak populer, baik anak tersebut lebih menonjol karena kepintaranya atau pun karena hal yang lainnya.
Mereka mendapat perhatian lebih, seperti selalu diundang dan hadir di pesta ulang tahun temannya sedangkan yang tidak populer tidak pernah diundang.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang hubungan sosial anak populer dan tidak populer di dalam kelas, seorang guru atau kita, dapat mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka,
seperti ;
- Dengan siapa kamu mau pergi tamasya ?
- Dengan siapa kamu mau duduk ?
Ternyata anak populer lebih banyak disebut dan anak tidak populer jarang atau sama sekali tidak disebut.
Untuk lebih mengetahui anak populer dan tidak populer, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dikembangkan lagi dengan pertanyaan-pertanyaan negatif dan pertanyaan-pertanyaan positif.
Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita bisa lebih cepat mengetahui mana anak populer dan mana anak yang tidak populer dan juga kita bisa lebih cepat mengetahui serta membantu mengatasi problem si anak pada stadium yang masih belum terlalu jauh.
Dengan cara tersebut, pada akhirnya kita bisa membedakan perkembangan anak-anak secara berurutan, seperti ;
1. Anak-anak yang menyandang bintang sosiometris
Bintang sosiometris, artinya mereka paling banyak disebut sisi positifnya dari pada sisi     
negatifnya, biasanya mereka disenangi dan diakui oleh teman-temannya sedikit dari mereka yang menyandang bintang sosiometris ini merasa terasingkan.
2. Anak-anak yang biasa
Biasanya mereka tidak begitu populer dibandingkan dengan bintang sosiometris, tetapi mereka lebih banyak disebut sisi positifnya dan sedikit disebut sisi negatifnya.
3. Anak-anak yang terisolir
Biasanya mereka tidak disebut sisi positifnya dan juga tidak disebut sisi negatifnya, sepertinya anak terisolir tersebut tidak terlihat oleh teman-temannya.
4. Anak-anak yang terasingkan
Biasanya mereka oleh anak-anak yang lain diasingkan dan tidak diakui sebagai teman, mereka biasanya sedikit sekali disebut sisi positifnya dan lebih banyak disebut sisi negatifnya.
Dari urutan-urutan di atas, kita sebagai orang tua harus cepat tanggap dan tidak ragu untuk bertanya kepada guru di sekolah, bagaimana perkembangan psikologi anak di lingkungan sekolah, hal tersebut dilakukan untuk membandingkan perkembangan psikologi anak di lingkungan rumah dan di lingkungan sekolah, supaya kita dapat secepatnya menelusuri dan mengetahui apakah anak kita mempunyai masalah dalam dirinya yang tidak berani diungkapkan kepada kita sebagai orang tuanya dan kita bisa dengan cepat menangani serta membantu memecahkan masalah si anak tersebut, sebelum masalah anak tersebut terlanjur merubah sifat dan karekter si anak.
Faktor-faktor penting yang mempengaruhi dalam status sosial anak
1. Cara orang tua mendidik dan membina anak
Orang tua yang mendidik anak dengan cara bertahap dalam menjelaskan sesuatu hal, dan mendidik anak dengan penuh kasih sayang, biasanya anak-anak mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan mereka akan mudah dalam mengembangkan hubungan sosialnya.
Lain halnya dengan anak-anak yang tidak mendapatkan kasih sayang secara penuh dan mereka dididik oleh orang tuanya dengan cara kasar serta mendapatkan peristiwa yang membuat anak tersebut trauma, maka kita bisa dengan jelas melihat perbedaan yang mencolok, biasanya anak tersebut sulit dikendalikan dan memiliki masalah, mereka tidak akan mudah membina hubungan sosial dan sulit membina persahabatan dengan anak lainnya.
2. Urutan kelahiran
Urutan kelahiran, mempengaruhi juga dalam status sosial anak, karena biasanya anak yang paling muda lebih populer dan terbiasa dengan negoisasi dari pada saudara-saudaranya.
3. Kecakapan dan keterampilan mengambil peran
Biasanya anak-anak populer memiliki kecakapan dan keterampilan dalam mengambil apa pun posisi peran dan posisi peran tersebut dapat berkembang menjadi lebih baik.
Anak-anak populer biasanya memiliki intellegensi/kecerdasan yang baik.
Dengan memiliki ciri-ciri tersebut, anak-anak populer lebih mudah menempatkan dirinya atau beradaptasi dilingkungan yang asing.
4. Nama      
Ternyata di lingkungan anak-anak, nama dapat membawa pengaruh.
Nama yang dapat diasosiasikan dengan sesuatu hal, dapat membawa pengaruh negatif terhadap perkembangan sosial psikologi anak. karena anak-anak masih sangat kongkrit dalam menyatakan sesuatu hal, akibatnya anak tersebut merasa rendah diri dan tersudut apabila anak-anak yang lain mencemoohkan karena namanya dapat diasosiasikan dengan sesuatu hal.
5 Daya tarik
Anak-anak yang memiliki daya tarik tersendiri, biasanya selalu populer daripada anak yang kurang memiliki daya tarik.
Anak-anak yang berumur 3 tahun, sudah bisa membedakan mana anak-anak yang menarik dan mana anak-anak yang kurang menarik, reaksi ketertarikkannya hampir sama dengan orang dewasa.
Pada anak usia 3 tahun, anak yang menarik dan anak tidak menarik tidak begitu kelihatan mencolok, tetapi pada anak usia 5 tahun, hal tersebut dapat terlihat sangat jelas, anak usia 5 tahun yang tidak menarik biasanya lebih agresif dan sering tidak jujur dalam bermain, sedangkan pada anak usia 5 tahun yang memiliki daya tarik, biasanya mereka sering diberi masukkan-masukkan yang positif dari sekitarnya sehingga tumbuh rasa percaya diri yang lebih tinggi, sabaliknya pada anak usia 5 tahun yang tidak menarik rasa percaya dirinya berkurang karena terpengaruh masukkan-masukkan yang negatif dari lingkungannya.
6. Perilaku
Tidak semua anak yang menarik menjadi populer karena masih banyak faktor lainnya yang bisa mempengaruhi katagori populer.
Perilaku yang membuat anak populer, antara lain ; ramah tamah, mempunyai rasa simpati, tidak agresif, bisa berkerja sama, suka menolong, suka memberikan masukkan atau komentar yang positif, dan lain-lain.
Secara umum faktor-faktor di atas terdapat pada anak-anak yang populer, dan factor-faktor tersebut dapat menentukan status sosial anak, tetapi tidak selamanya anak  populer pada nantinya dapat menentukan status sosial, sebagian anak-anak yang tumbuh dari lingkungan yang selalu terjaga pendidikannya, intellegensinya, cakap dan terampil, mempunyai nama yang baik serta menarik tetapi tidak popular, sebagian lagi ada juga anak-anak yang tumbuh dari lingkungan yang bermasalah, kurang perhatian dari orang tua, mempunyai nama yang kurang bagus, dan tidak memiliki daya tarik, tetapi bisa juga menjadi populer.
Lalu bagaimana dengan anak-anak yang kurang dihargai seperti ; Anak-anak yang terisolir dan Anak-anak yang terasingkan.
Kelompok anak-anak tersebut memiliki nilai yang rendah dari anak-anak seumurnya, akan tetapi anak-anak yang terisolir lebih mudah diakui dari pada anak-anak yang terasingkan, namun lama kelamaan anak-anak yang terasingkan akan diakui juga.
Anak-anak yang terasingkan memiliki resiko adaptasi lebih besar dalam usia menjelang dewasa, mereka menjadi terasingkan karena ada penyimpangan dari salah satu factor status sosial anak.
Jika anak-anak ini lemah dalam menghadapi ejekkan-ejekkan atau godaan dari anak-anak lainnya, maka hal tersebut dapat membentuk perilaku dan proses belajarnya akan terganggu.
Beberapa problem pada anak-anak yang terasingkan, antara lain ;
-          secara terbuka mereka diasingkan
-          sering terlibat dalam hal-hal kejadian interaksi yang negatif
-          mempunyai masalah perilaku
-          sering memperlihatkan perilaku agresif
-          mempunyai status negatif yang stabil
-          sering bermasalah di sekolah
Secara umum anak-anak yang terasingkan, berreaksi dengan dua cara :
1. Menarik diri
Biasanya mereka menarik diri dari kontak dengan yang lain, mereka sebetulnya ingin main dengan anak-anak lainnya, tetapi mereka diacuhkan dan diabaikan keberadaannya, malahan mereka mengejeknya seperti dengan sebutan “professor” karena anak tersebut memakai kacamata, maka dari itu mereka selalu menhindar dari anak-anak lainnya, di rumah biasanya mereka juga pendiam dan selama mungkin tinggal di kamarnya dengan membaca komik atau mendengarkan musik, kepada orang tuanya mereka beralasan tidak suka main di luar.
2. Perilaku anti sosial
Biasanya mereka sulit untuk diatur, padahal anak-anak lainnya tidak suka dengan perilakunya, misalnya ;
Pada saat anak-anak yang lain bermain bola, kemudian datang anak yang terasingkan, tetapi tidak untuk ikut bermain dengan anak-anak lainnya, anak tersebut datang hanya sekedar untuk mengganggu saja dengan mengambil bolanya, dan apabila ikut bermain bola pun anak itu akan tampil dengan kasar sehingga membuat anak-anak lainnya berhenti bermain, anak yang terasing itu akan marah-marah hingga akhirnya anak-anak yang lain terpaksa mengalah dan bermain bola kembali dengan aturan-aturan yang dikehendaki oleh anak yang terasing tadi.
Untuk anak-anak yang terasing ini di negara-negara yang sudah maju, seperti di Belanda, para orang tua dari anak tersebut akan mendapat laporan dari pengajar atau guru, kemudian mereka diberikan penyuluhan dan konsultasi dari Psikolog Anak yang ada di bawah Departemen Urusan Anak-anak Bermasalah, kemudian akan dikirim ke Departemen Kesehatan untuk gangguan jiwa yang tidak stabil untuk diberi pengarahan dan keterampilan sosial dalam  cara menyesuaikan diri atau cara beradaptasi di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah.
Untuk orang yang lebih dewasa, mereka diajarkan semacam therapy untuk beradaptasi dalam lingkungan masyarakat supaya akhirnya mereka bisa mandiri.

 

 

Unit Kerja Desa Putera

SD Budi Mulia

 SD Budi Mulia berada di dalam komplek Desa Putera dan berada dalam satu lokasi dengan SMP Budi Mulia. Sekolahan ini menampung anak-anak panti Asuhan Desa Putera yang bersekolah di tingkat SD. Selain itu, sekolah SD Budi Mulia juga menerima dan mendidik anak didik dari luar panti asuhan.

Read more...

SMP Budi Mulia

 SMP Budi Mulia berada di dalam komplek Desa Putera. Sekolahan SMP berada pada sisi selatan dengan suasana yang sejuk dan nyaman untuk proses belajar mengajar.

Read more...

SMK Grafika

Sebagai sarana penunjang pendidikan anak asuh, dibangunlah secara bertahap sarana pendidikan. Pada tahun 1947 didirikan Sekolah Rakjat Desa Poetra, tidak hanya sebagai tempat belajar anak-anak Panti Asuhan, namun juga masyarakat sekitar. Selanjutnya pada tahun 1950, didirikan Sekolah Guru Bawah (SGB) Desa Putra oleh Br. Juvenalis. Dengan 15 orang murid, awal dari sekolah lanjutan di Desa Putera. Karena adanya perubahan sistem persekolahan yang di terapkan pemerintah, maka SGB terpaksa harus ditutup pada tahun 1960. sebagai gantinya adalah didirikan SMP Desa Putera tanpa kehilangan subsidi dari pemerintah.

Sebagai tambahan keterampilan anak-anak Panti Asuhan maka mulai diajarkan usaha penjilidan buku oleh Br. Basilides. Usaha ini terus di kembangkan dengan sumbangan beberapa mesin cetak kecil (handpress). Pada mulanya hanya 12 orang yang dilatih dalam bidang penjilidan dan percetakan tersebut. Melihat hasilnya, ada kemungkinan dan peluang untuk membuka sekolah percetakan yang lebih besar. Usaha untuk mendirikan sekolah grafika terus dilaksanakan dengan mendatangkan tenaga ahli. Pada tahun 1967 datang dari Belanda Br. Martin Dol. Kemudian pada bulan maret 1967, Br. Eulogos datang membawa mesin cetak.

Pada tahun 1968 ijin mendirikan sekolah grafika diperoleh dari pemerintah . Sekolah Teknik Grafika ( setingkat SMP ) pun dimulai tanpa dilengkapi mesin. Karena pengiriman mesin membutuhkan waktu cukup lama. Baru pada tanggal 22 Januari 1971, mesin-mesin itu digunakan. Setahun kemudian, tepatnya tanggal 11 April 1972 sekolah grafika memperoleh ijin dan diresmikan menjadi nama sekolah Teknik Menengah Grafika Desa Putra dengan Br. J.B. Janssens sebagai Kepala Sekolah. Sekolah, ini pun terbuka untuk masyarakat umum, tidak hanya lingkungan anak-anak panti asuhan.

smk grafika dpPerkembangan jaman terus membawa perubahan dan pertumbuhan yang lebih baik. Penambahan dan pembangunan secara fisik baik gedung sekolah maupun sarana praktik terus dilakukan. Tahun 1985 nama STM Grafika Desa Putera berubah nama menjadi Sekolah Menengah Teknik Grafika Desa Putera. Sarana untuk belajar pun dibangun dengan bangunan yang lebih bagus, megah dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Gedung baru diresmikan pada tanggal 23 Juli 1993 oleh Bapak Willy Laluyan, Direktur Pembinaan Press dan Centre ( TC). Dengan tujuan untuk pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat dalam bidang grafika yang tidak memperoleh pendidikan secara formal.

Sesuai kebijakan pemerintah dalam bindang pendidikan kejuruan, pada tahun 1997 berubah nama menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Grafika Desa Putera. Usaha keras untuk berbenah terus dilakukan dari tahun ke tahun. Penambahan sarana praktik di unit produksi dan sarana belajar di kelas terus dilakukan. Selama memimpin percetakan, Br. Martin Dol terus melakukan penambahan, sarana-sarana praktik yang modern, yang sesuai dengan perkembangan tehnologi. Hal itu dilakukan untuk tetap mempertahankan mutu yang telah di akui masyarakat.

Dalam akreditasi bulan September 2006, menghasilkn prestasi dan pengakuan dari pemerintah yang maksimal. Secara resmi pada bulan Desember 2006, predikat “ Terakreditasi A” diberikan oleh Badan Akreditasi Sekolah DKI Jakarta. Semakin mempekokoh peranya dalam pendidikan, prestasi pun terus diukir tidak hanya dalam prestasi belajar. Bidang kesiswaan pun juga memperoleh banyak penghargaan dalam bidang olah raga, seni dan budaya. Alumninya pun telah mencapai lebih dari 2000 orang, yang telah tersebar di berbagai perusahaan di tanah air. SMK Grafika Desa Putera secara berturut-turut dipimpin oleh (alm) Br. J.B. Janssens ; Br. S. A. Ginting; Br. Drs. Frans Sudjiwo; Bapak Mahuri B. Sc; Bapak Matheus Nalih A. Md Graf, S. Pd, Bapak Kardy Matheus S.Sn. saat ini dipimpin oleh Bapak. Drs. Mateus Sumadiyono, dengn 21 orang tenaga pengajar, 30 orang instruktur praktik dan 5 orang karyawan. Sedangkan jumlah siswa 313, dan 87 diantaranya adalah perempuan.

Dan kini sepanjang silinder mesin cetak itu masih berputar, angin segar masih berhembus di alam Desa Putera. SMK Grafika Desa Putera tetap setia untuk mencetak calon tenaga grafika yang professional dan kompeten.

SMK Grafika bisa dipelajari lebih lanjut dari website sekolah di : www.smkgrafikadp.com

Read more...

Percetakan SMK Grafika

Pada mulanya SMKG Desa Putera hanya digunakan untuk pelatihan siswa tapi pada perkembangan selanjutnya SMKG Desa Putera memberanikan menerima order cetakan. Keuntungan yang diterima di subsidi silang untuk menekan biaya praktikum siswa, perawatan mesin, kesejahteraan guru/instruktur dan karyawan unit percetakan serta sebagian disimpan untuk membeli mesin-mesin baru.

Kini SMK Grafika Desa Putera merupakan salah satu sekolah favorit di Jakarta dan sekitarnya dan Indonesia pada umumnya. SMK Grafika Desa Putera juga terkenal akan kualitas produksinya dengan pelayanan yang dapat dipercaya dan telah menunjukkan reputasi yang baik di dalam maupun diluar negeri. Percetakan mempunyai 80 tenaga ahli dan berdiri di lokasi tanah seluas dua hektar.

SMK Grafika Desa Putera mempunyai website yang bisa diakses secara bebas, yaitu : www.smagrafikadp.com

Read more...

Balai Kesehatan

Karya kesehatan di Desa Putera dimulai oleh Br. Hypolitus, BM yang suka menolong orang-orang kampung melalui pengobatan penyakit ringan. Pada tahun 1960 pemerintah memberikan ijin secara resmi untuk membuka poliklinik. Seiring dengan perjalanan waktu, jumlah pasien yang datang ke poliklinik semakin banyak, maka poliklinik Desa Putera diperluas lagi dan pada tahun 1973 statusnya berubah menjadi Puskesmas (Health Centre). Waktu berjalan terus hingga saat ini pelayanan kesehatan tersebut semakin dilengkapi dengan peralatan yang memadai seperti peralatan rontgen dan kamar-kamar pasien yang memadai. Untuk itu statusnya bukan lagi puskesmas tetapi telah berubah menjadi Balkesmas.Kehadiran Balkesmas di Desa Putera dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada anak-anak panti asuhan dan masyarakat sekitar, bahkan datang juga pasien dari tempat-tempat jauh khususnya pasien penderita TBC. Kini Balkesmas Desa Putera buka 24 jam

Read more...
Previous
Next
Rekening Desa Putera
Kebutuhan Panti Asuhan Desa Putera
Sekilas Info

Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Random Padestra
Hari ini22
Kemarin24
Minggu ini262
Bulan ini650
Total6458

Currently are 5 guests online