Partner Desa Putera
Pondok Si Boncel
Vincentius Putra
Vincentius Putri
Perhimpunan Vincentius Jakarta
Kongregasi Budi Mulia
Yayasan Budi Mulia
History Artikel
Powered by mod LCA
Home Pustaka Indikator Anak Berbakat

Orang tua mana yang tak ingin punya anak berbakat? Bagaimana, sih, cara mendeteksi bakat si cilik? “Anak sulung saya luar biasa aktif. Dia juga pintar dan suka sekali bertanya. Kadang, pertanyaannya bikin kami kewalahan. Teman-teman saya bilang, si sulung termasuk anak berbakat,” tutur

Andika, ayah dua anak tentang putra sulungnya yang berusia 4 tahun. Banyak orang dengan mudah menyimpulkan si A, si B, atau si C anak berbakat. Entah karena ia selalu jadi juara kelas, juara lomba, dan sebagainya. Bahkan, anak yang belum pernah menunjukkan prestasinya di bidang tertentu pun, sering dikatakan anak berbakat. Misalnya, suaranya merdu saat menyanyi. Sebenarnya, seperti apa sih, yang dimaksud anak berbakat?



Beda Pintar & Berbakat

Menurut pakar psikologi pendidikan, Prof. Dr. S.C. Utami Munandar, anak berbakat berbeda dengan anak pintar. “Bakat berarti punya potensi. Sedangkan pintar bisa didapat dari tekun mempelajari sesuatu,” jelasnya. Tapi meski tekun namun tak berpotensi, seseorang tak akan bisa optimal seperti halnya anak berbakat. “Kalau anak tak berbakat musikal, misalnya. Biar dikursuskan musik sehebat apa pun, ya, kemampuannya sebegitu-begitu saja. Tak akan berkembang.” “Sebaliknya, jika anak berbakat tapi lingkungannya tak menunjang, ia pun tak akan berkembang.” Soal bakat musik tadi, misalnya. Jika di rumah tak ada alat-alat musik, bakatnya akan terpendam,” jelas guru besar tetap Fakultas Psikologi UI ini.

Pada anak hiperaktif, jelasnya,”Konsentrasinya kurang terfokus. Jadi, hanya gerak fisiknya yang aktif tapi tak menunjukkan kelincahan intelektual. Aktivitasnya pun sering tanpa tujuan.” Kendati dia suka bertanya, tapi tak berkonsentrasi pada jawabannya. Konsentrasinya mudah buyar jika ada hal lain yang menarik perhatiannya. Lain hal dengan anak berbakat. “Jika ia lari ke sana-sini, pasti ada tujuannya. Jika ia tertarik pada sesuatu, ia akan duduk diam dalam waktu yang lama, asyik sendiri mengerjakan sesuatu,” terang Ketua Yayasan Indonesia untuk Pendidikan dan Pengembangan Anak Berbakat ini.



Perkembangan Lebih Cepat

Bakat anak, lanjut Utami, berkaitan dengan kerja belahan otak kiri dan kanan. Belahan otak kanan berhubungan dengan kreativitas, imajinasi, intuisi. Sedangkan belahan yang kiri untuk kecerdasan. Nah, anak berbakat umumnya menunjukkan IQ di atas rata-rata, yaitu minimal 130. “Namun tak berarti anak dengan IQ rata-rata, yaitu 90-110, tak akan berbakat,” tukas Utami. Anggapan orang bahwa IQ menetap seumur hidup, menurutnya, sama sekali tak benar. ” Ada , kok, anak yang sebelumnya ber-IQ di bawah rata-rata, tapi dengan stimulasi dan pendekatan yang baik bisa berubah jadi di atas rata-rata,” paparnya.

Tapi IQ bukan satu-satunya yang menentukan seorang anak disebut berbakat atau tidak. Masih ada faktor lain lagi, yaitu CQ atau kreativitas, yang juga harus di atas rata-rata, minimal 250. Selain itu, tambah Utami, “Ia juga harus memiliki task commitment, yakni kemampuan pengikatan diri terhadap tugas atau motivasi. Jadi, ada keinginan dan ketekunan untuk menyelesaikan sesuatu.”

Nah, untuk mendeteksi apakah seorang anak berbakat atau tidak, menurut Utami, bisa dilihat dari perkembangan motoriknya. Anak berbakat, perkembangan motoriknya lebih cepat dibanding anak biasa. Entah dalam berbicara, berjalan, maupun membaca. Misalnya, umur 9 bulan sudah bisa jalan (normalnya, usia 12,5 bulan). Selain itu, ia juga cepat dalam memegang sesuatu dan membedakan bentuk serta warna. Untuk kemampuan membaca, kadang anak berbakat memperolehnya dari belajar sendiri. Yaitu dari mengamati dan menghubung-hubungkan. Misalnya dari memperhatikan lalu-lintas, teve, atau buku.

Anak berbakat juga senang bereksplorasi atau menjajaki. “Jadi, kalau ia mempreteli barang-barang, bukan karena dia nakal tapi karena rasa ingin tahunya,” terang Utami. Tentang rasa ingin tahu yang tinggi ini, terangnya lebih lanjut, memang pada umumnya dimiliki anak kecil. Hanya, pada anak berbakat, cara mengamatinya lebih kental dibanding anak-anak biasa. Hal lain yang menjadi karakteristik anak berbakat ialah bicaranya bisa sangat serius. Pertanyaannya sering menggelitik dan tak terduga. Kadang ia tak puas dengan jawaban yang diberikan, sehingga terus berusaha mencari jawaban-jawaban lain.



Pentingnya Stimulasi Lingkungan

Meski demikian, Utami menyarankan orang tua tak lantas mudah melakukan generalisasi. “Mentang-mentang perkembangan motorik anaknya lambat, lantas dikira tak berbakat. Belum tentu, lo,” katanya. Sebab, perkembangan setiap anak berbeda. Ada yang cepat dalam perkembangan bicara dan bahasanya tapi motoriknya lambat, dan sebagainya. “Bisa saja terjadi, anak yang dulu perkembangan bicaranya lambat, ternyata ketika besar menjadi sarjana sastra yang terkenal,” ujarnya. Dengan kata lain, meski perkembangannya lambat, bisa saja nantinya ia berkembang menjadi anak berbakat dan mengejar ketinggalannya. Hanya saja, hal itu tak akan terjadi dengan sendirinya. “Semuanya tergantung dari lingkungan. Bagaimana stimulasi lingkungan akan sangat mempengaruhi perkembangan bakat anak,” tukas Utami. Semakin dini orang tua memberikan stimulasi, akan semakin baik. Misalnya, dengan mengajak anak bercakap-cakap sejak ia masih bayi. “Banyak orang tua menganggap, bayi belum mengerti apa-apa sehingga belum perlu diajak bicara.”

Padahal, mengajak anak sering-sering berbicara sangat perlu. “Itu akan merangsang perkembang bahasanya dan berarti membuatnya terangsang untuk berbicara,” tutur Utami. Begitu juga untuk mengembangkan keinginan anak akan eksplorasi. Sejak usia bayi hal ini sudah dapat dilakukan. Misalnya, tempat tidur bayi tak dibiarkan kosong melompong, tapi “diisi” dengan mainan gantung yang dapat merangsangnya. “Sesekali, dekatkan benda-benda yang terang ke dekat matanya agar ia bisa melihat jelas atau menyentuhnya. Ini sama dengan melatih koordinasi antara tangan dan matanya,” kata Utami. Selain itu, tambah pakar kreativitas ini, beri ia kesempatan untuk melatih berbagai keterampilannya. Saat membacakan cerita, misalnya, “Orangtua tak melulu membaca tapi juga mengajukan pertanyaan agar si anak terbiasa berpikir kreatif.”



Cukup Alat Sederhana

Sarana dan prasarana pendidikan di rumah yang memungkinkan bakat si anak tercium, tentu saja perlu. Buku bacaan, alat musik/olahraga, atau mainan edukatif, sangat penting. Dari benda-benda itulah, akan terlihat ke mana bakat si anak. Apakah pada musik, olahraga, teknik, atau intelektual. “Dari situ juga akan terlihat derajat besarnya bakat tiap anak.” Memang, aku Utami, tak semua orang mampu membeli alat-alat musik yang mahal. Untuk mendeteksi bakat musik, tak perlu punya piano. “Cukup dengan radio atau teve. Dari cepatnya si kecil menghapal nyanyian bahkan untuk melodi yang sulit-sulit, itu sudah menunjukkan bakatnya,” terang penulis buku Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah ini. Selain itu, asalkan orang tua kreatif, alam pun sudah menyediakan berbagai sarana. Misalnya, membuat mainan dari biji-bijian atau dedaunan. “Sebaiknya dalam melakukan permainan, orang tua juga ikut terjun bermain. Sehingga anak dapat menikmati kegiatan itu dan mempunyai kepercayaan diri untuk mengembangkannya,” kata Utami.



Perlakuan Khusus

Setelah bakat anak ditemukan, orang tua seyogyanya memberi peluang pada anak untuk mengembangkan bakatnya. Yakni, dengan menciptakan lingkungan yang mendorong perkembangan bakat itu. Seperti sudah disinggung di atas, sekalipun seorang anak berbakat namun lingkungannya tak mendukung, maka ia tak akan berkembang. “Memang anak berbakat akan belajar lebih cepat dan melakukan segala sesuatu lebih baik ketimbang anak biasa, sehingga tampaknya tak perlu mendapatkan perhatian khusus. Padahal, tidak demikian,” kata Utami. Setiap anak, lanjutnya, entah ia berbakat atau tidak, punya hak untuk mendapatkan pendidikan yang menarik dan menantang. Tapi karena kebutuhan, minat, dan perilaku yang “lebih” dibanding anak lainnya, mau tak mau, anak berbakat harus mendapatkan pengarahan khusus. Hanya, Utami mengingatkan, jangan sampai perlakuan khusus itu merugikan. Baik bagi si anak itu sendiri maupun anak lain. Misalnya, orang tua sering menonjol-nonjolkan anaknya yang berbakat dibanding anaknya yang lain.

“Dampak buruknya, ego si anak semakin menghebat dan bisa juga ia rasakan sebagai beban. Sebab, seperti anak-anak lainnya, ia pun punya masalah emosional,” terangnya. Sebaliknya bagi anak lain, bisa timbul rasa persaingan antara saudara. “Kok, dia melulu yang dipuji?” Karena itu, Utami menganjurkan orang tua bersikap tak menunjukkan si berbakat itu istimewa, tapi lebih pada memberikan rangsangan-rangsangan istimewa. Sebetulnya, yang paling penting dilakukan orang tua, kata Utami, “Mencoba menemukan bakat pada setiap anaknya karena masing-masing anak punya kekuatan tersendiri sehingga anak tak perlu merasa iri satu sama lain.” Nah, tunggu apalagi? Semakin cepat dan semakin sering kita memberi rangsangan pada si kecil, bakat terpendamnya pun akan segera kita temukan.



Ciri-ciri Intelektual/Belajar

Mudah menangkap pelajaran, ingatan baik, perbendaharaan kata luas, penalaran tajam (berpikir logis-kritis, memahami hubungan sebab-akibat), daya konsentrasi baik (perhatian tak mudah teralihkan), menguasai banyak bahan tentang macam-macam topik, senang dan sering membaca, ungkapan diri lancar dan jelas, pengamat yang cermat, senang mempelajari kamus maupun peta dan ensiklopedi. Cepat memecahkan soal, cepat menemukan kekeliruan atau kesalahan, cepat menemukan asas dalam suatu uraian, mampu membaca pada usia lebih muda, daya abstraksi tinggi, selalu sibuk menangani berbagai hal.



Ciri-ciri Kreativitas

Dorongan ingin tahunya besar, sering mengajukan pertanyaan yang baik, memberikan banyak gagasan dan usul terhadap suatu masalah, bebas dalam menyatakan pendapat, mempunyai rasa keindahan, menonjol dalam salah satu bidang seni, mempunyai pendapat sendiri dan dapat mengungkapkannya serta tak mudah terpengaruh orang lain, rasa humor tinggi, daya imajinasi kuat, keaslian (orisinalitas) tinggi (tampak dalam ungkapan gagasan, karangan, dan sebagainya. Dalam pemecahan masalah menggunakan cara-cara orisinal yang jarang diperlihatkan anak-anak lain), dapat bekerja sendiri, senang mencoba hal-hal baru, kemampuan mengembangkan atau memerinci suatu gagasan (kemampuan elaborasi).



Ciri-ciri Motivasi

Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu lama, tak berhenti sebelum selesai), ulet menghadapi kesulitan (tak lekas putus asa), tak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi, ingin mendalami bahan/bidang pengetahuan yang diberikan, selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tak cepat puas dengan prestasinya), menunjukkan minat terhadap macam-macam masalah “orang dewasa” (misalnya terhadap pembangunan, korupsi, keadilan, dan sebagainya). Senang dan rajin belajar serta penuh semangat dan cepat bosan dengan tugas-tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat-pendapatnya (jika sudah yakin akan sesuatu, tak mudah melepaskan hal yang diyakini itu), mengejar tujuan-tujuan jangka panjang (dapat menunda pemuasan kebutuhan sesaat yang ingin dicapai kemudian), senang mencari dan memecahkan soal-soal.

 

 

Unit Kerja Desa Putera

SD Budi Mulia

 SD Budi Mulia berada di dalam komplek Desa Putera dan berada dalam satu lokasi dengan SMP Budi Mulia. Sekolahan ini menampung anak-anak panti Asuhan Desa Putera yang bersekolah di tingkat SD. Selain itu, sekolah SD Budi Mulia juga menerima dan mendidik anak didik dari luar panti asuhan.

Read more...

SMP Budi Mulia

 SMP Budi Mulia berada di dalam komplek Desa Putera. Sekolahan SMP berada pada sisi selatan dengan suasana yang sejuk dan nyaman untuk proses belajar mengajar.

Read more...

SMK Grafika

Sebagai sarana penunjang pendidikan anak asuh, dibangunlah secara bertahap sarana pendidikan. Pada tahun 1947 didirikan Sekolah Rakjat Desa Poetra, tidak hanya sebagai tempat belajar anak-anak Panti Asuhan, namun juga masyarakat sekitar. Selanjutnya pada tahun 1950, didirikan Sekolah Guru Bawah (SGB) Desa Putra oleh Br. Juvenalis. Dengan 15 orang murid, awal dari sekolah lanjutan di Desa Putera. Karena adanya perubahan sistem persekolahan yang di terapkan pemerintah, maka SGB terpaksa harus ditutup pada tahun 1960. sebagai gantinya adalah didirikan SMP Desa Putera tanpa kehilangan subsidi dari pemerintah.

Sebagai tambahan keterampilan anak-anak Panti Asuhan maka mulai diajarkan usaha penjilidan buku oleh Br. Basilides. Usaha ini terus di kembangkan dengan sumbangan beberapa mesin cetak kecil (handpress). Pada mulanya hanya 12 orang yang dilatih dalam bidang penjilidan dan percetakan tersebut. Melihat hasilnya, ada kemungkinan dan peluang untuk membuka sekolah percetakan yang lebih besar. Usaha untuk mendirikan sekolah grafika terus dilaksanakan dengan mendatangkan tenaga ahli. Pada tahun 1967 datang dari Belanda Br. Martin Dol. Kemudian pada bulan maret 1967, Br. Eulogos datang membawa mesin cetak.

Pada tahun 1968 ijin mendirikan sekolah grafika diperoleh dari pemerintah . Sekolah Teknik Grafika ( setingkat SMP ) pun dimulai tanpa dilengkapi mesin. Karena pengiriman mesin membutuhkan waktu cukup lama. Baru pada tanggal 22 Januari 1971, mesin-mesin itu digunakan. Setahun kemudian, tepatnya tanggal 11 April 1972 sekolah grafika memperoleh ijin dan diresmikan menjadi nama sekolah Teknik Menengah Grafika Desa Putra dengan Br. J.B. Janssens sebagai Kepala Sekolah. Sekolah, ini pun terbuka untuk masyarakat umum, tidak hanya lingkungan anak-anak panti asuhan.

smk grafika dpPerkembangan jaman terus membawa perubahan dan pertumbuhan yang lebih baik. Penambahan dan pembangunan secara fisik baik gedung sekolah maupun sarana praktik terus dilakukan. Tahun 1985 nama STM Grafika Desa Putera berubah nama menjadi Sekolah Menengah Teknik Grafika Desa Putera. Sarana untuk belajar pun dibangun dengan bangunan yang lebih bagus, megah dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Gedung baru diresmikan pada tanggal 23 Juli 1993 oleh Bapak Willy Laluyan, Direktur Pembinaan Press dan Centre ( TC). Dengan tujuan untuk pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat dalam bidang grafika yang tidak memperoleh pendidikan secara formal.

Sesuai kebijakan pemerintah dalam bindang pendidikan kejuruan, pada tahun 1997 berubah nama menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Grafika Desa Putera. Usaha keras untuk berbenah terus dilakukan dari tahun ke tahun. Penambahan sarana praktik di unit produksi dan sarana belajar di kelas terus dilakukan. Selama memimpin percetakan, Br. Martin Dol terus melakukan penambahan, sarana-sarana praktik yang modern, yang sesuai dengan perkembangan tehnologi. Hal itu dilakukan untuk tetap mempertahankan mutu yang telah di akui masyarakat.

Dalam akreditasi bulan September 2006, menghasilkn prestasi dan pengakuan dari pemerintah yang maksimal. Secara resmi pada bulan Desember 2006, predikat “ Terakreditasi A” diberikan oleh Badan Akreditasi Sekolah DKI Jakarta. Semakin mempekokoh peranya dalam pendidikan, prestasi pun terus diukir tidak hanya dalam prestasi belajar. Bidang kesiswaan pun juga memperoleh banyak penghargaan dalam bidang olah raga, seni dan budaya. Alumninya pun telah mencapai lebih dari 2000 orang, yang telah tersebar di berbagai perusahaan di tanah air. SMK Grafika Desa Putera secara berturut-turut dipimpin oleh (alm) Br. J.B. Janssens ; Br. S. A. Ginting; Br. Drs. Frans Sudjiwo; Bapak Mahuri B. Sc; Bapak Matheus Nalih A. Md Graf, S. Pd, Bapak Kardy Matheus S.Sn. saat ini dipimpin oleh Bapak. Drs. Mateus Sumadiyono, dengn 21 orang tenaga pengajar, 30 orang instruktur praktik dan 5 orang karyawan. Sedangkan jumlah siswa 313, dan 87 diantaranya adalah perempuan.

Dan kini sepanjang silinder mesin cetak itu masih berputar, angin segar masih berhembus di alam Desa Putera. SMK Grafika Desa Putera tetap setia untuk mencetak calon tenaga grafika yang professional dan kompeten.

SMK Grafika bisa dipelajari lebih lanjut dari website sekolah di : www.smkgrafikadp.com

Read more...

Percetakan SMK Grafika

Pada mulanya SMKG Desa Putera hanya digunakan untuk pelatihan siswa tapi pada perkembangan selanjutnya SMKG Desa Putera memberanikan menerima order cetakan. Keuntungan yang diterima di subsidi silang untuk menekan biaya praktikum siswa, perawatan mesin, kesejahteraan guru/instruktur dan karyawan unit percetakan serta sebagian disimpan untuk membeli mesin-mesin baru.

Kini SMK Grafika Desa Putera merupakan salah satu sekolah favorit di Jakarta dan sekitarnya dan Indonesia pada umumnya. SMK Grafika Desa Putera juga terkenal akan kualitas produksinya dengan pelayanan yang dapat dipercaya dan telah menunjukkan reputasi yang baik di dalam maupun diluar negeri. Percetakan mempunyai 80 tenaga ahli dan berdiri di lokasi tanah seluas dua hektar.

SMK Grafika Desa Putera mempunyai website yang bisa diakses secara bebas, yaitu : www.smagrafikadp.com

Read more...

Balai Kesehatan

Karya kesehatan di Desa Putera dimulai oleh Br. Hypolitus, BM yang suka menolong orang-orang kampung melalui pengobatan penyakit ringan. Pada tahun 1960 pemerintah memberikan ijin secara resmi untuk membuka poliklinik. Seiring dengan perjalanan waktu, jumlah pasien yang datang ke poliklinik semakin banyak, maka poliklinik Desa Putera diperluas lagi dan pada tahun 1973 statusnya berubah menjadi Puskesmas (Health Centre). Waktu berjalan terus hingga saat ini pelayanan kesehatan tersebut semakin dilengkapi dengan peralatan yang memadai seperti peralatan rontgen dan kamar-kamar pasien yang memadai. Untuk itu statusnya bukan lagi puskesmas tetapi telah berubah menjadi Balkesmas.Kehadiran Balkesmas di Desa Putera dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada anak-anak panti asuhan dan masyarakat sekitar, bahkan datang juga pasien dari tempat-tempat jauh khususnya pasien penderita TBC. Kini Balkesmas Desa Putera buka 24 jam

Read more...
Previous
Next
Rekening Desa Putera
Kebutuhan Panti Asuhan Desa Putera
Sekilas Info

Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Bisnis dan Sosial

Usaha Bisnis akan berkembang apabila memiliki nilai sosial dan mau berbagi. Kaya Sosial akan menjadi sial kalau dibisniskan untuk mencari keuntungan dunia.


Memberi dengan sukacita

Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga. dan yang menabur banyak,akan menuai banyak juga (2Kor, 9:6)


Berbagi Kasih

Anda ingin berbagi kasih dan menjadi saluran berkat Tuhan bagi anak-anak Panti Asuhan Desa Putera? Semoga Tuhan senantiasa memberkati Anda sekeluarga.


Rekening Padestra

BCA Cabang Depok
No.rek. 869.004595.9
a/n. Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

Bantuan dari Luar Negeri:
BCA Cabang Depok
No.Rek. CENAIDJA 869-0045959 a/n
Perhimpunan Vincentius Jakarta
(Panti Asuhan Desa Putera)

BRI Cabang Lenteng Agung
No.rek. 0947.01.002312.53.2
a/n. Panti Asuhan Desa Putera


Random Padestra
Hari ini22
Kemarin24
Minggu ini262
Bulan ini650
Total6458

Currently are 5 guests online